Website Resmi PDAM Tabanan http://www.pdamtabanan.com
Artikel
Komentar Terbaru
Tips & Trik

Visi & Misi

Budaya Perusahaan

Call Center dan SMS
Galery Fofo dan Video
PDAM TABANAN
image

PDAM TABANAN

Telp.(0361) 9311706, 9311213


Jl. Wagimin No 27 Tabanan Bali
info@pdamtabanan.com
humas@pdamtabanan.com
Arsip
Informasi Gangguan

ISO 9001 : 2008

Link Terkait
Daftar Kinerja PDAM
Sumber Air dan Peta
Layanan PDAM
Info Gangguan

Jadwal Air Bergilir

Perbaikan Instalasi

Wilayah Gangguan

Social Network
Pengunjung

Sejarah

NAPAK TILAS PDAM KABUPATEN TABANAN

TAHUN 1929 – 2009 

 

PENDAHULUAN

 Keberadaan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tabanan (PDAM) tidak bisa dilepaskan dari jejak-jejak peninggalan Kolonial Belanda, karena dari sinilah cikal bakal dari pengelolaan  air minum di Kabupaten Tabanan sehingga tumbuh dan berkembang sampai dengan saat ini.

Orang bijak dan pemerhati mengingatkan bahwa kita tidak boleh melupakan sejarah, karena dari situlah kita berasal dan memulai, jadi kita harus eling dan ingat akan wit dan leluhur kita. Seiring dengan perjalanan waktu, maka segala sesuatunya tentu saja  mengalami sebuah perubahan dan perkembangan.

Tulisan berikut adalah merupakan perjalanan PDAM Kabupaten Tabanan yang dalam penyajiaannya masih banyak kekurangan dan perlu diperbaiki.

 

 

 tower1

 tower2

 tower3

   

Beberapa tower peninggalan Jaman Belanda

yang masih berdiri kokoh sebagai penyalur air minum

dari Tabanan ke Badung  Sekarang sudah tidak berfungsi lagi.

 

TAHUN 1929-1977

Pengelolaan Air Minum diKabupaten Tabanan telah berdiri sejak zaman pendudukan kolonial Belanda, sekitar tahun 1929, dikenal dengan nama Perusahaan Air          Minum Negara Tabanan. Pada waktu itu Belanda membangun jaringan, yang airnya bersumber dari mata air Beji Selaka yang terletak di Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel.  Dari mata air tersebut dialirkan sampai dengan melayani wilayah Kabupaten Badung, kapasitas yang dimanfaatkan sebesar 9 lt/dt, terdapat sambungan rumah  150 SR.

           

 kantor1

Kantor PAM Negara Th.1979-1981

kantor2

Kantor PDAM di PU Th.1981-1985

karya1

 karya2

Foto Karyawan PDAM tempoe doeloe. Mengisi  waktu luang,

berdiskusi disela kegiatan rutin yang telah dilaksanakan .

 

TAHUN 1977-1985

Pada tahun 1977 Perusahaan Air Minum Negara Tabanan mempunyai pelanggan 340 SR, selanjutnya dilakukan  penambahan kapasitas menjadi 14 lt/dt, serta dilaksanakan pengembangan sistem yang mulai berfungsi pada tanggal 18 Juni 1978, dengan adanya pengembangan tersebut sambungan rumah bertambah 125 SR sehingga jumlah pelanggan menjadi 465 SR.

 

Perusahaan Air Minum Negara terus melakukan pengembangan pelayanan, pada tahun 1979 dibentuk Badan Pengelola Air Minum (BPAM) yang dipimpin oleh I Nyoman Suja, BE, dalam kurun waktu 2 tahun, PAM Negara dan BPAM dalam pengelolaannya berjalan sendiri-sendiri, baru pada tahun 1981 digabung menjadi satu.

 

          kantor4

  Kantor PDAM (BPAM) yang berlokasi

di Jalan Kaswari Tabanan (Kontrak)


ketik1

Pembuatan laporan dan cetak rekening dengan mesin ketik.

 

TAHUN 1985 - 2001

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Tabanan didirikan pertama kali berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 1 Tahun 1985 dan diundangkan dalam Lembaran Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 25 tahun 1986 seri B No.1.

 

 kantor5

 Kantor PDAM Kabupaten Tabanan

di Jalan Wagimin No:27 Kediri Tabanan Tahun 1991 – sekarang



jana1

 sujana2

  

 

Ir. I Ketut Sujana Sontra sebagai Direktur PDAM Kabupaten Tabanan, serta  BP (Badan Pengawas) yang berjumlah 7 orang.

Jumlah tersebut melampaui batas maksimum seperti yang ditentukan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 1 Tahun 1984 yo Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 690 – 1572.

         Pada tahun 1990 Kota Tabanan dengan memanfaatkan mata air Beji Selaka, Riang Gede dengan kapasitas terpasang 75 lt/dt dari kapasitas 115 lt/dt,  Pelanggan PDAM tercatat 6.789 sambungan dengan 31 Kran Umum, ini berarti penduduk terlayani air minum baru mencapai 34.100 jiwa atau setara dengan 59 % .

Karena masih sangat terbatasnya kapasitas sumber, rendahnya tingkat pelayanan dan kemampuan financial PDAM sendiri, maka Pemda Tingkat II Tabanan melaksanakan penyusunan Review Out Line Plan dan Analisa Keuangan Sistem Penyediaan Air dari PDAM Tabanan.

Kabupaten Tabanan kaya akan sumber daya air, namun dari hasil laporan rencana dan analisa serta kajian teknis untuk mendapatkan sumber air yang cukup dengan biaya yang ekonomis agar tarif air tidak memberatkan masyarakat.

 

 gembrong1

   

Maka Mata Air Gembrong di Desa  Senganan Penebel layak untuk dijadikan sumber air minum kota Tabanan, karena sumber-sumber air yang terdekat tidak memungkinkan dipakai, dan sumber air bawah tanah tidak menjamin ketersediaan yang cukup, serta tidak ekonomis untuk dikembangkan. Ijin Prinsip Pemanfaatan Mata Air dari Gubernur KDH Tk I Bali dengan Nomor : 690/15465/Binas.Ek tanggal 24 Agustus 1987.

Pada tahun 1988 dilaksanakan pekerjaan, dengan sumber dana pinjaman dari Departeman Keuangan. Pelaksanaan pekerjaan tahap I berupa pembangunan penambahan kapasitas dengan sumber dana pinjaman  sebesar Rp. 5.010.991.870,- dan pekerjaan tahap II berupa perluasan jaringan distribusi dengan sumber dana pinjaman sebesar Rp. 1.884.654.000,-. Total dana pinjaman tersebut sebesar        Rp. Rp. 6.895.645.870,- 

Laporan Hasil Pemeriksaan Inspektorat Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Bali Bidang Ekonomi – Kesra dan BUMD di Kabupaten Dati II Tabanan berdasarkan Surat Perintah Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali Nomor 750.04/083/IWP, tanggal 26 Januari 1987, menyatakan rugi sebesar Rp. 66.014.566,21 atau mengalami peningkatan kerugian dibandingkan dengan kerugian pada tahun 1986 sebesar Rp. 37.514.559,41.

Pada tahun 1987, diberlakukan tarif air minum berdasarkan Surat Keputusan Direktur PDAM Kabupaten Tabanan Nomor : PDAM 282/U.2/1987, tanggal 23 Desember 1987 dengan harga jual air Rp. 249,80 per M3 mengalami kenaikan      Rp. 23,31 per M3 dari Rp. 226,49 per M3.

Dengan diberlakukannya tarif yang baru tersebut sesuai dengan laporan hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tahun 1988 menunjukan laba perusahaan sebesar Rp. 32.551.615,98. Dan pada tahun 1989 laba perusahaan mengalami penambahan menjadi laba sebesar                    Rp. 38.176.553,63. Dalam sejarah pengelolaan PDAM Kabupaten Tabanan pada tahun 1988 dan tahun 1989 mengalami laba.

Pada tahun 1990 perusahaan kembali mengalami rugi sebesar                        Rp. 89.200.270,78   demikian seterusnya PDAM Kabupaten Tabanan terus mengalami defisit, kinerja perusahaan tergolong “Kurang Sehat” .

Dengan kondisi tersebut belum bisa melaksanakan kewajiban pembayaran angsuran pokok dan pembayaran bunga serta ditambah lagi denda keterlambatan sehingga akumulasinya menjadi bertambah banyak.

Dengan adanya kapasitas yang idle capacity (lebih), PDAM Kabupaten Tabanan pernah mengadakan kerjasama dengan PDAM Badung dalam hal jual beli air baku (Air Nyanyi). Karena kondisi yang belum  memungkinkan dan dengan adanya beberapa pertimbangan  maka akhirnya pada tahun 1997 kerjasama jual beli air baku dengan PDAM Badung tersebut diberhentikan.

 

 wira1

Ir I G.G Putra Wirasana (saat itu Wabup) menggantikan Ir I Ketut Sujana Sontra

Sebagai Direktur PDAM Kabupaten Tabanan.

  Tahun 2001 – 2005.

Pada jaman Reformasi juga menimbulkan dampak dan berpengaruh terhadap PDAM Kabupaten Tabanan yaitu dengan dikembalikannya MA Gembrong sebesar 35% (63,5 lt.dtk) kepada Forum Komunikasi Subak Aya Ulu.

Pada Bulan Mei Tahun 2001 Bapak Bupati Tabanan mengganti                                 Ir. I Ketut Sujana Sontra sebagai Direktur Utama PDAM Tabanan karena adanya ketentuan yang tidak membolehkan adanya rangkap jabatan (PNS dan PDAM).

Selanjutnya Ir. I G.G Putra Wirasana, diangkat dengan Surat Keputusan Bupati Nomor 824/33/Kepeg/2001, yang sempat memimpin PDAM selama 173 hari.

Jabatan Direksi sejak 17 Mei 2001 sempat dikosongkan.

Untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut pada tanggal 7 Nopember 2001 ditetapkan Ka Bag. Keuangan Drs. I Gusti Putu Sudjana sebagai Plt Direktur PDAM Kabupaten Tabanan.

 

 sujana a

 Drs. I Gst. Pt. Sudjana

 

Posisi per 31 Desember 2002, PDAM Kabupaten Tabanan mempunyai saldo pinjaman kepada Departemen Keuangan Rp. 15.056.440.800,74, diantaranya terdapat kewajiban yang telah jatuh tempo sebesar Rp. 11.992.202.123,48. Perusahaan belum memungkinkan untuk melakukan pembayaran angsuran pinjaman yang telah jatuh tempo tersebut, maka dikenakan denda angsuran pokok dan denda bunga pinjaman sebesar Rp. 4.110.061.281,37, sehingga jumlah tunggakan menjadi Rp. 16.102.263.404,85

         Kondisi keuangan sampai tahun 2002 mengalami kerugian    Rp. 434.483.088,- atau rata-rata kerugian per bulan sebesar Rp. 32.206.924. Dan kondisi seperti ini berlanjut sehingga mengalami tunggakan pembayaran listrik selama 2 bulan (Mei dan Juni) sejumlah Rp. 324.730.650,- dan hutang toko sebesar Rp. 140.000.000,- sedangkan saldo kas hanya sebesar Rp. 60.000.000,-

         Ka. Bag. Keuangan Drs, I Gusti Putu Sudjana sebagai Plt Dirut menjabat sampai dengan tahun 2002 .

 

sutirka

 kerja1

 

 Drs, I Gst Nengah Sutirka dan jajaran pimpinan PDAM

mengadakan rapat Kordinasi dalam sebuah kesempatan.

 

Selanjutnya berdasarkan Surat Tugas No:045.2/57/Ekbang.

Dalam rangka meningkatkan Kinerja dan Pelayanan dalam pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tabanan menugaskan kepada:

Drs, I Gst Nengah Sutirka ( Dirut ),

Ir. I Ketut Narta,M.Si  (Dirtek).

Drs I Wayan Diasa ( Dirtek ).

Drs I Wayan Suarda M.Pd (Dirum).

I Nengah Ratjayadi Giri,SH (Dirum).

 

Sampai dengan tahun 2004 tarif air minum PDAM Kabupaten Tabanan masih memberlakukan tarif tahun 1997 dimana tarif dasarnya adalah      Rp. 450,- per M3. Sedangkan biaya yang dibutuhkan untuk mendistribusikan air masing-masing pelanggan adalah sebesar Rp. 1.300,- per M3, dengan demikian PDAM Tabanan mensubsidi pelanggan rata-rata Rp. 950,- per M3.

Hal tersebut menyebabkan kondisi keuangan PDAM Tabanan menjadi kurang sehat. Sesuai dengan Surat Bank Dunia tertanggal 18 Nopember 2003 yang ditujukan kepada Bapak Bupati Tabanan tentang Loan, 4155-IND : Bali Urban Infrastructure Project, Kondisi Keuangan PDAM Tabanan, menyebutkan :

− Hutang pada akhir tahun 2003 adalah Rp. 13,6 Miliar rupiah.

− Tarif yang disepakati masih rendah (Rp. 450,- / M3)

− Sejak tahun 1997 belum menyesuaikan tarif dimana sejak saat itu telah terjadi devaluasi rupiah dan inflasi yang sangat tinggi.

− Tarif yang disepakati tidak memperhatikan biaya penyusutan.

Harapan Bank Dunia :

− Per Juni 2004 sudah ada kenaikan tarif sebesar 75 %

− Kenaikan 70 % lagi pada bulan Januari 2006 untuk pengembalian hutang sesuai dengan penjadwalan kembali pinjaman pada Bank Dunia.

         Sehubungan dengan hal tersebut akhirnya PDAM Tabanan  merencanakan kenaikan tarif air minum sebesar 75 %. Rencana ini disetujui dengan  kenaikan dilaksanakan secara bertahap. Dengan rincian tahapan 30 % pada tahun 2004, 15 % pada tahun 2005, 10 % tahun 2006, 10 % tahun 2007, 10 % tahun 2008.

 

 tantra

 dewa

 

Drs I Made Tantra (Plt Dirut).

Drs I Komang Widiadnyana (Plt Dirtek).

Drs . I Dewa Ketut Indra Suryadi (Plt Dirum).

 Drs I Gst Nengah Sutirka dan kawan-kawan menjabat selama 2 tahun (tahun 2003 – 2004) dan digantikan oleh Drs. I Made Tantra, yang menjabat selama 6 bulan.

 

  Tahun 2005 – 2009 .

 dirut

 kumpul

 sukar

 

Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, dan melalui seleksi fit dan propertest dan penyampaian Visi dan Misi di hadapan Bapak Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Tabanan maka ditetapkan secara definitif posisi Direktur Utama Ida Bagus Oka Sedana, ST,MM dan Direktur Bidang Umum   I Nengah Sukarma,SE.

         Bila disimak bersama, dinamika pengelolaan PDAM Kabupaten Tabanan dari  tahun 1985 sampai dengan tahun 2005 telah dipimpin oleh 6 orang dengan berbagai permasalahannya yang terjadi.

Posisi hutang yang terakumulasi dari tahun 1988 sampai dengan tahun 2006   sebesar Rp. 23.916.330,11 yang terdiri dari hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang.

         Tingkat kwalitas pelayanan yang kurang baik, secara tidak langsung juga mempengaruhi tingkat kesehatan perusahaan. Berdasarkan hasil laporan pemeriksaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Propinsi Bali Tahun Buku 2006, menyatakan dari tahun ke tahun mengalami kerugian  dengan rata-rata rugi setiap tahunnya sebesar Rp. 1.277.458.148,63 Sehingga akumulasi kerugian sampai dengan tahun 2006 sebesar                        Rp. 25.549.162.972,61       

         PDAM Kabupaten Tabanan sekarang masuk dalam era kerja keras untuk mencapai visinya “Menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Yang Lebih Baik”. Dan itu harus tercermin pada seluruh lini manajemen yang kompeten, profesional dan memiliki jiwa kewirausahaan.

         Menuju harapan tersebut sekaligus merupakan salah satu syarat PMK 120, bahwa pengurus PDAM harus dipilih berdasarkan fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan). Jabatan Direktur Utama PDAM Kabupaten Tabanan pada tahun 2005 pertama kali dipilih beradasarkan fit and proper tes, dan hal ini merupakan modal utama untuk mewujudkan tujuan tersebut.

 

 dirutlamabaru  

 

PDAM Kabupaten Tabanan dalam mencapai tujuan tersebut menuangkan dalam beberapa misi :       

1.       Peningkatan Kemampuan Pengelolaan Sumber-sumber Air

2.       Menjaga Efisiensi Terhadap Penggunaan Energi Listrik

3.       Menjaga dan Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan

4.       Peningkatan Kemampuan Dalam Perencanaan dan Penanganan Pengembangan  Air Minum

5.       Peningkatan Terhadap Kemampuan Keuangan Perusahaan  Dalam Melakukan           Penyelesaian Hutang Pinjaman dan Kemampuan Melakukan Investasi.

6.      Peningkatan Kemampuan Karyawan Menjadi  Lebih Profesional Dalam Bidangnya.

Pertama kali menjabat sebagai Direktur Utama PDAM Kabupaten Tabanan terobsesi untuk secepatnya membawa perusahaan ini pada kondisi yang dicita-citakan.

Sebagai langkah awal, dilaksanakan seleksi internal dalam kaitannya dengan “penempatan orang yang tepat di tempat yang tepat” dengan mengeluarkan Surat Keputusan Direksi PDAM Kabupaten Tabanan Nomor : PDAM.226/KPTS/2005 tentang Mutasi Pegawai Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tabanan, tanggal 7 Desember 2005, pegawai yang dimutasi sejumlah 19 orang.

Dalam kurun waktu yang tidak lama (23 hari)  dilanjutkan kembali melaksanakan mutasi pegawai yang kedua sebanyak 12 orang dengan Surat Keputusan Direksi PDAM Kabupaten Tabanan Nomor : PDAM.248/KPTS/2005, tentang Mutasi Pegawai Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tabanan, tanggal 30 Desember 2005.

         Sebaik apapun sistem dan perangkat penunjang, kalau tidak didukung sumber daya manusianya, maka sistem itu tidak akan berfungsi dengan baik. Maka untuk menunjang hal tersebut diupayakan kepada  pegawai mulai dari tingkat pelaksana sampai dengan tingkat pimpinan untuk mengikuti pelatihan baik yang dilaksanakan oleh Perpamsi ataupun pihak lain dan bahkan melaksanakan pelatihan sendiri (In House Training), untuk meningkatkan pengetahuan karyawan dalam menunjang pelaksanaan tugas-tugas.

Kabupaten Tabanan wilayahnya sangat luas dibandingkan daerah-daerah yang ada di Provinsi Bali, pelanggan yang sangat jarang dan topografi yang bergelombang, sehingga menyulitkan dalam pendistribusian air. Dari hal tersebut dituntut untuk bisa mempertahankan kontinuitas serta dengan semakin meningkatnya perkembangan teknologi, maka dilakukan pengembangan struktur organisasi dengan penambahan Bagian Peralatan Teknik berdasarkan  Keputusan Direksi Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tabanan Nomor : PDAM.22/KPTS/2006, tentang Pembentukan dan Pengangkatan Pejabat/Pegawai Bagian Peralatan Teknik Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tabanan tanggal 15 Maret 2006.

Tingkat kebocoran/kehilangan air mencapai 39 %, sehingga terus dilakukan upaya  memperbaiki dan meningkatkan kinerja PDAM Kabupaten Tabanan salah satunya melalui program menekan tingkat kehilangan air tersebut dengan melakukan pendataan sambungan pasif atau meneliti sambungan air minum yang diduga ada unsur pengambilan air yang tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku, yang ditindak lanjuti dengan dikeluarkan Keputusan Direksi Perusahaan Daerah Air Minum kabupaten Tabanan Nomor : PDAM. 108/KPTS/2006 tentang Tim Pendataan Sambungan Pasif PDAM Kabupaten Tabanan, tanggal 1 Agustus 2006.

         Mengetahui  adanya pengambilan air tidak sesuai dengan prosedur sangat sulit dilakukan, sehingga PDAM Kabupaten Tabanan mengadakan kerja sama dengan masyarakat untuk melaporkan adanya  sambungan ilegal ataupun sambungan yang pasif aktif.

Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan kerugian PDAM Kabupaten Tabanan  untuk hal tersebut dikeluarkan Surat Keputusan Direksi Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tabanan Nomor : PDAM. 112/KPTS/2007 tentang Pemberian Penghargaan Bagi Pelapor dan Pemroses Data Terhadap Temuan Sambungan Ilegal dan Pasif Aktif, tanggal 30 Juli 2007.

         Juga telah dilakukan langkah-langkah yang efektif dan efisien dalam produksi dan pendistribusian air melalui evaluasi dan penanganan kebocoran teknis dan non teknis terhadap pendistribusian air berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tabanan Nomor : PDAM . 28/KPTS/2007 tentang Pembentukan Tim Evaluasi Kebocoran Teknis dan Non Teknis, tanggal 29 Maret 2007.

         Satu hal yang sangat mempengaruhi tingkat pendapatan adalah harga air pada golongan yang tepat, untuk menghindari hal ini diadakan reklasifikasi golongan pelanggan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Direksi Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tabanan Nomor : PDAM. 120/KPTS/X/2007 tentang Pembentukan Tim Pendataan Wilayah Layanan dan Reklasifikasi Golongan  Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tabanan, tanggal 23 Oktober 2007. 

         Telah disampaikan  bahwa posisi hutang yang terakumulasi dari tahun 1988 sampai dengan tahun 2006 adalah Rp. 23.916.330,11,- serta kondisi keuangan  mengalami kerugian  rata-rata sebesar Rp. 1.277.458.148,63. pertahun.

Sehingga akumulasi kerugian sampai dengan tahun 2006 adalah Rp. 25.549.162.972,61, maka PDAM Kabupaten Tabanan belum mampu untuk memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman yang telah jatuh tempo.

         Untuk dapat memenuhi kewajiban pinjaman, perlu upaya optimal dengan tindakan memperbaiki kinerja perusahaan, sehingga dikeluarkan Surat Keputusan Direksi Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tabanan Nomor : PDAM. 166/KPTS/XI/2007 tentang Rencana Perbaikan Kinerja Perusahaan (RPKP) Dalam Rangka Restrukturisasi Pinjaman Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tabanan, tanggal 14 Nopember 2007.

         Mendukung kecepatan dan ketepatan dalam pengambilan keputusan maka dilaksanakan sistem pelaporan yang baik dan benar sehingga terkumpul data yang tepat dan akurat, serta untuk menentukan peningkatan kinerja yang merupakan alat ukur perhitungan atau penilaian. Maka perlu dibentuk System Benchmarking dengan Surat Keputusan Direksi Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tabanan Nomor : PDAM. 30/KPTS/III/2007 tentang Pembentukan Tim System Benchmarking Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tabanan, tanggal 30 Maret 2007. 

Dalam bidang pelayanan, kalaupun saat ini belum meraih penghargaan sebagai pelaksana pelayanan yang prima, PDAM Kabupaten Tabanan sadar pelayanannya yang berbasis pada perlindungan konsumen yang nota bene masyarakatnya sangat kritis dan karakteristiknya yang bersifat serba instan. PDAM telah mengambil langkah-langkah yang bersifat menuju pada pelayanan prima dengan mengutamakan kepuasan pelanggan dan masyarakat secara umum sebagai pemilik.

         Mewujudkan kesederhanaan, kecepatan dan ketepatan pelayanan, dengan tidak mengesampingkan aspek administrasi dalam kemudahan dalam pemeriksaan, sehingga tahun 2007 telah disusun Standar Operasi dan Prosedur. Selanjutnya dalam hal pelaksanaan tugas-tugas yang sudah tentu berorientasi pada peningkatan kinerja perusahaan setiap lini manajemen perlu dilakukan pemahaman dan kompetensi terhadap tugas-tugas yang dilaksanakan dengan reorientasi, evaluasi dan implementasi pelaksanaan tugas. Untuk memacu produktifitas dan kreatifitas untuk mencapai efisiensi dan efektifitas dalam bekerja dilaksanakan pemberian penghargaan terhadap pegawai yang berprestasi,   yang diberikan pada waktu tertentu seperti halnya pada saat Peringatan Hari Jadinya ke 23 PDAM Kabupaten Tabanan.

         Menyadari bahwa keluhan pelanggan atau masyarakat adalah sebagai salah satu bentuk partisipasi pengawasan yang efektif dalam rangka ikut serta mewujudkan penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat serta untuk pelaksanaan/implementasi Undang-Undang Perlindungan Konsumen, maka PDAM Kabupaten Tabanan membuka pengaduan melalui SMS.

Karena disadari karakter masyarakat Tabanan sangat berpariasi salah satunya dalam hal menyampaikan keluhan/pengaduan, ada kalanya masyarakat yang tidak mau menyebutkan  identitasnya, sehingga untuk menindak lanjuti keluhan tersebut dikeluarkan Keputusan Direksi Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tabanan. Sehingga saat ini kondisi pelayanan yang menyangkut Kontinuitas, kuantitas dan kualitas dapat dipertahankan.

         Untuk informasi pembayaran rekening air dapat melalui SMS, serta menghindari antrean pembayaran  yang terlalu lama telah dibuka lebih dari 25 loket pembayaran dengan sistem online.

Upaya lainnya adalah melakukan perbaikan dalam sistem inventarisasi asset yang selama ini menjadi kendala dalam setiap proses pemeriksaan, sehingga saat ini laporan pemeriksaan oleh auditor adalah menunjukkan tanpa pengecualian.          

Terhadap hutang pinjaman, langkah pertama telah dilakukan pengurangan hutang seperti mengikuti program penghapusan hutang non pokok (restrukturisasi), dimana proses tersebut telah berada pada komite kebijakan.

Sesuai dengan kondisi keuangan saat ini pada tahun buku 2008 mencapai laba sebesar Rp. 1.3 M PDAM Kabupaten Tabanan telah melakukan kewajiban pencicilan mulai tahun 2009.

 

 dir1

 diklat1

  dir2

 diklat2

 dir3

diklat 4

 

 

Beberapa foto kegiatan untuk peningkatan kinerja .

 

Dibawah kepemimpinan Direksi yang baru terus melakukan inovasi sehingga mengarah kepada Visi untuk menjadikan Perusahaan Daerah Air Minum Yang Lebih Baik dapat senantiasa ditingkatkan.

Inovasi dan terobosan yang diberikan untuk peningkat SDM adalah:

1.   Melakukan seleksi terhadap pegawai honorer melalui pelaksanaan Psykiotest.

2.   Mengadakan pelatihan dengan mengundang beberapa Instruktur :

      ●    Pelatihan In House Training (Benchmarking System).

      ●    Pelatihan Peningkatan Kepribadian.

      ●    Pelatihan Teknik (Produksi dan Distribusi).

3.   Memberikan kesempatan kepada Karyawan untuk mengikuti pelatihan:

      ●    Dasar- dasar Audit.

      ●    Pelatihan Perpompaan.

      ●    Kehilangan Air.

4.   Mengikuti pelatihan Manajemen Air Minum berbasis Kompetensi.

5.   Pembentukan Tim yang membantu Direksi dalam pelaksanaan tugas

        (Tim Kehilangan air).

6.   Telah dimilikinya SOP Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tabanan (Standar         Operasional dan Prosedur).

 

 

Berinteraksi dengan lingkungan sekitar seperti:

1.       Kegiatan sosial berupa pelaksanaan  Donor Darah .

2.       Penghijauan.

3.       Kerja Bakti.

4.      Penyampaian Informasi untuk menjalin komunikasi (PDAM Kabupaten Tabanan           dengan masyarakat / pelanggan).

 

 sar

 donor

 

 

 

 

Fri, 5 Sep 2014 @13:17

Copyright © 2014 PDAM Tabanan · All Rights Reserved